Selasa, 07 April 2015

Kisah Inspiratif Muhammad Zen di Mata Keluarga dan Kawan

oleh Milva S Dwi Puteri

Sumber: http://kuliahtantan.blogspot.com/2015/04/milva-s-dwi-putripmi-4tugas-3life.html#more

Life History
Narasumber: Muhammad Zen, S.Ag, MA.
Pak Zen lahir di Bekasi pada 12 Januari 1978. Dia adalah putra ke empat dari tujuh bersaudara dari pasangan H. Saman dan Hj. Masturoh. Ayah dan ibu Pak Zen dahulu adalah pedagang buah dan sayuran hingga sembako. Pasangan yang mempunyai tujuh orang anak ini sudah mulai berprofesi sebagai pedagang buah sayur, serta sembako dari sejak menikah hingga kelahiran anak bungsunya dan akhirnya sepulang haji kedua orang tua nya memutuskan untuk berjualan nasi uduk sampai dengan saat ini.

Pak Zen menyelesaikan sekolah dasarnya (Madrasah Ibtidaiyah) di pesantren MI Sullamul Istiqomah pada 1985-1991, kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama (MTS) dan pendidikan menengah (MA) di sekolah yang sama yaitu Pesantren Sullamul Istiqomah hingga lulus pada tahun 1997. Kemudian beliau melanjutkan jenjang pendidikan Strata 1 dan Strata 2 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan sekarang beliau tengah mengejar gelar Doktor dalam bidang Ekonomi Islam di Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dari kecil Pak Zen memang seorang pejuang, dia adalah orang yang sangat gigih, saat SD beliau sudah belajar tentang arti kerja keras. Bahkan ia pernah memulung untuk menambah uang jajan nya, ia pernah berjualan kecil-kecilan hingga ia juga pernah menjadi penggembala kambing. Dia juga pernah menjadi penjual telur ayam, dengan modal awal lima belas ribu rupiah. Beliau menggali potensi yang ada dalam dirinya, hingga dagangannya berkembang menjadi dagangan sembako hingga di akhir masa pendidikan Madrasah Aliyah nya, beliau mampu mengumpulkan tabungan sejumlah dua juta rupiah. Setelah lulus dari MA Al Istiqomah, beliau sangat bertekad untuk melanjutkan studi nya ke jenjang strata satu, padahal saat itu orang tua beliau tidak mampu untuk membiayai kuliah yang akan di jalankan nya. Namun karena kegigihan dan kerja keras beliau, bermodalkan tabungan hasil dagangan yang beliau punya, beliau akhirnya kuliah. Beliau memutuskan untuk kuliah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Pak Zen merupakan orang yang terbilang beruntung, ia lahir dari ibu dan bapak yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama islam yang luhur. Hal ini terlihat dari semua saudaranya yang bersekolah di sekolah agama baik madarasah negeri atau swasta hingga ada juga yang bersekolah di pondok pesantren. "Pemahaman agama yang baik adalah pembentuk akhlak  yang  baik untuk anak" begitu lah kira-kira ringkasan ungkapan dari orang tua Pak Zen ketika saya wawancarai mereka beberapa hari yang lalu. Tidak hanya itu, orang tua Pak Zen juga memberikan contoh dan teladan yang sangat baik kepada anak-anaknya tentang arti hidup, arti bekerja keras, dan arti bersyukur. Menurut saya, Pak H. Saman dan ibu Hj. Masturoh memang orang tua yang patut dicontoh, meskipun dari sejak mulai berdagang hingga sekarang penghasilan mereka tidak begitu besar, namun mereka selalu merasa cukup atas apa yang dikaruniakan Tuhan terhadap hidup mereka, bahkan mereka bisa menabung sedikit demi sedikit hingga tabungannya pula yang menghantarkan keduanya ke Baitullah, Mekkah.
Ada cerita menarik saat saya mewawancarai ibu masturoh. sang ibu bercerita bahwa saat dia sedang berhaji, dia merasa mencium bau nasi uduk, kemudian dia menceritakan hal tersebut kepada Pak H. Saman (suaminya) hingga akhirnya sepulang dari haji mereka memutuskan untuk berjualan nasi uduk sampai dengan saat ini. " Mungkin ini hidayah " ujar ibu masturoh bercerita dengan penuh semangat kepada saya. Kenapa bisa dibilang hidayah? Karena dari hasil berjualan nasi uduk inilah mereka hidup dan menyekolahkan semua anaknya hingga semuanya lulus kuliah.
Di mata seorang pak H. Saman (Ayah kandung Pak Zen). Pak Zen adalah sosok anak yang patuh dan rajin. Pak Zen adalah anak yang penurut dan patuh terhadap kedua orang tua. Selain itu menurut pak Saman Pak Zen adalah anak yang unik. " Dulu kalo semua kakak adeknya Jen, pada nabung buat beli baju lebaran, Jen malah ngga beli baju tapi beli barang untuk dagang ", begitulah tutur pak Saman dengan nada tenang dan tegas nya.
Sejak remaja Pak Zen juga sudah menunjukkan jiwa entrepreneur nya, " Sejak kelas 1 MTS, Jen sudah mulai mau berdagang, padahal saya tidak pernah menyuruh Jen untuk berdagang " tutur ibu nya kepada saya. Dari ungkapan tersebut terlintas di benak saya bahwa Pak Zen memang seseorang yang pekerja keras sejak kecil maupun remaja. Di masa remaja Pak Zen juga merupakan anak yang cerdas, hal ini terbukti dari hasil belajar akademiknya yang bagus, punya jiwa sosial yang tinggi dan tidak pernah terlibat dalam kenakalan remaja di masa itu. " Alhamdulillah dari dulu Jen selalu dapat ranking " tutur ibu masturoh dengan senyum lebar diwajah nya, terlihat jelas oleh saya bahwa sang ibu sangat bangga terhadap anak-anaknya.
Di kalangan keluarga Pak Zen merupakan sosok yang murah senyum dan ceria. Kakek, nenek, paman, bibi, sepupu dan semua saudaranya menyenangi sosok Pak Zen. " Alhamdulillah semua anak-anak saya pada akur dan saling tolong menolong ", Lanjut Bapak Saman dan Ibu Masturoh kepada saya saat kami tengah mengobrol semakin jauh. Bahkan menurut orang tua nya,karena begitu dekat dengan orang tuanya hingga  ketika sakit Pak Zen tidak ingin ke dokter, tetapi lebih suka di urut oleh ibu nya.
Pak Zen juga merupakan adik sekaligus kakak yang sangat baik bagi seluruh saudaranya. " Dari kecil saya sangat dekat dengan Bang Jen, dia memang anak yang ngga neko-neko. Dia sangat patuh kepada kedua orang tua dan juga sangat sayang terhadap semua adek kakaknya ", ujar mbak Kiki (adik Pak Zen). Hubungan baik antara Pak Zen dengan kakak beserta adiknya terjalin sangat harmonis, ini tentunya merupakan hasil dari peran baik kedua orang tuanya dalam mendidik anak-anaknya hingga mereka mempunyai akhlakul karimah. Bahkan hingga Pak Zen telah mulai kuliah dan mulai mendedikasikan dirinya di dunia dakwah dengan berceramah, dia tetaplah menjadi "Jen yang manis" dalam keluarganya. " Dulu waktu awal-awal jadi penceramah, Bang Jen kalau pulang pasti bagi hasilnya ke saya dan juga orang tua", ujar mbak Kiki yang begitu bersemangat menceritakan tentang kakak terdekatnya ini. Selain itu Pak Zen juga membantu keuangan kuliah adik-adiknya, hal ini membuktikan betapa besar rasa sayang Pak Zen terhadap saudara-saudaranya. " Ada cerita menarik, jadi dulu waktu Bang Jen dapat uang untuk penelitian, dia ngajak saya buat nemenin beli motor. Waktu kita nanya ke yang jual motor second, eh kita malah diketawain, karna nganggep kita ga bakal mampu beli itu motor. Tapi aku sama Bang Jen senyum-senyum saja, eh abis itu akhirnya sebelum lebaran Bang Jen malah kebeli motor yang baru". Begitulah ringkasnya cerita menarik yang dituturkan Mbak Kiki kepada saya. Dari tuturan mbak Kiki dapat kita ketahui juga bahwa Pak Zen sangat dekat dengan adiknya dan Pak Zen tidak pernah peduli akan omongan atau cemoohan orang.
Selain dari mbak Kiki, saya juga banyak mendapatkan cerita dari Bang Ali (kakak kandung Pak Zen). Menurut Bang Ali, Pak Zen adalah sosok yang tangguh, pekerja keras dan cerdas. " Zen itu kalo udah mau sesuatu pasti dia kejar sampe dapet." tegas Bang Ali saat kami bertemu di rumah kedua orang tua Pak Zen di daerah Bekasi. Bang Ali juga bercerita bahwa waktu awal lulus Madrasah Aliyah, Pak Zen pernah berpikir tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi karena terbentur masalah biaya. Namun, Bang Ali menasehatinya agar Pak Zen tetap melanjutkan kuliah, karena pendidikan lah yang akan mengubah nasib seseorang. " Meskipun teman-temanmu sudah bekerja dan menghasilkan uang dari sekarang dan kamu baru akan mulai kuliah, tapi suatu saat kamu akan dapat pekerjaan yang justru posisinya lebih baik daripada teman-temanmu yang tidak kuliah itu",  begitulah ringkasnya nasehat Bang Ali kepada Pak Zen di masa itu.
Begitu pula hal nya Pak Zen di mata teman-temannya. Menurut Pak Yadi ( teman Pak Zen dari TK hingga MA) Pak Zen adalah teman yang baik, dia anak yang patuh kepada kedua orang tua dan tidak pernah ikutan hal-hal yang tergolong melanggar aturan. Dulu Pak Zen juga termasuk anak yang aktif, dia bersama pak yadi aktif di pramuka saat di sekolah. " Dulu kalo pulang sekolah kami suka belajar bareng, jalan-jalan bareng, kadang juga kerumah temen, kadang ke Mall, dan juga ke toko buku walau hanya sekedar baca-baca saja", tutur  Pak Yadi sahabat Pak Zen sejak kecil ini. "Dia juga suka sama olahraga volley", lanjut Pak Yadi.
Menurut pak Yadi, dari dulu sampai sekarang pak zen tetaplah teman dekatnya. Meskipun sekarang kami jarang bertemu karena kesibukan masing-masing namun komunikasi di antara keduanya tetap berjalan lancar. Menurut Pak Yadi, karakter yang unik dari pak zen adalah "Dia orangnya punya prinsip dan ga pernah ikut-ikutan orang lain. Dan dia itu orangnya apa adanya", ujar Pak Yadi.
Pak Zen sekarang adalah suami dari Hj. Dede Mardiah yang merupakan salah satu putrid dari seorang pimpinan pesantren besar di daerah Banten. Mereka menikah pada 6 Mei 2009 tepatnya sekitar 4 tahun 11 bulan yang lalu. Mereka dikaruniai dua orang anak yang bernama  Najwa Hafizah Zen dan Averrus Alby Zen.
Pak Zen sekarang juga merupakan salah satu Dosen di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pak Zen sekarang bertempat tinggal di Jalan Jambu Rt 04 Rw 05 No.75 Cempaka Putih, Ciputat Timur. Pak Zen atau yang sering di dipanggil dengan sebutan Ustadz Zen selain mengajar juga meluaskan ruang dakwahnya dengan mengisi ceramah dan seminar di berbagai majelis taklim, stasiun tv, instansi pemerintah, instansi swasta, dan tempat lainnya. Pak Zen juga aktif menulis artikel di berbagai surat kabar cetak maupun online dan beliau juga aktif menulis buku terutama tentang Ekonomi Islam. Beberapa karya tulisnya yang cukup populer yaitu:
1.      Tesis: " Strategi Pemasaran Syariah pada Wirausaha Rumah Makan Wong Solo dalam Meningkatkan Kepuasan Konsumen ".
2.      " Menciptakan keadilan umat bagian II",  dimuat di koran Harian Umum Pelita edisi 24 Juni 1999.
3.      " Penyucian Jiwa ", dimuat di Koran Harian Umum Republika, edisi 3 September 2001.
4.      " Implementasi Manajemen The Eight Habit bagi Pengelola Masjid di Indonesia " , jurnal ta'mir masjid dmi provinsi DKI Jakarta.
5.      " Eksistensi Perbankan Syariah di Indonesia ", dimuat di Media Asa Edisi IX/ Th. IV/ 2001.
6.      Buku: " Kumpulan Sholawat", (Bekasi: Maceta, 2003).
7.      Buku " Zakat dan Wirausaha ", (Jakarta: CED, 2005).
8.      Buku: " 24 Hours Of  ContempoCrary Zakat ", (iputat: IMZ Dompet Duafa, 2011).
9.      Buku: "Problematika Remaja", ( Lebak: QE Press, 2013).
10.  DDII: " Rekonstruksi Isi dan Nilai-Nilai Dakwah di Indonesia ", dimuat di jurnal dakwah, kajian dakwah dan kemasyarakatan diterbitkan fakultas dakwah IAIN Jakarta (ISSN 1411-2779).
Nilai-Nilai yang Terkandung
Keyakinan
Dari pengalaman hidup Pak Zen banyak sekali nilai-nilai yang dapat kita ambil sebagai pelajaran. Salah satunya yaitu nilai keyakinan (agama). Orangtua Pak Zen memang merupakan orang-orang yang taat dalam agamanya, oleh karena itu nilai-nilai keyakinan yang baik pun juga terdapat dalam diri Pak Zen. Dari semua cerita di atas dapat kita ketahui bahwa Pak Zen merupakan orang yang memiliki pengetahuan yang luas tentang agama islam dan juga mempraktikan nilai-nilai islam tersebut ke dalam kehidupannya.
Sebegitu bagusnya nilai-nilai agama islam sebagai keyakinan yang melekat dalam dirinya, hingga iya menjadi orang yang sukses dalam berbagai bidang. Bukan hanya itu, nilai-nilai itu pula yang membentuk akhlak mulia dalam diri Pak Zen. Sifat kerja keras, gigih, pantang menyerah dan lainnya menyatu menjadi sebuah langkah konkret Pak Zen hingga menggapai suksesnya yang sekarang dan suksesnya di masa mendatang.
Pandangan dan Cita-Cita Hidup
Selain nilai-nilai keyakinan, terdapat pula nilai-nilai tentang pandangan dan cita-cita hidup dari Pak Zen yang tentunya menginspirasi banyak orang. Pak Zen orang yang berpandangan jauh ke depan, penuh perencanaan dan juga merupakan tipe pejuang. Pak Zen tidak terpuruk dengan keadaan keluarganya yang terbilang pas-pas-an dan bukan dari golongan atas, justru itu semua dijadikannya sebagai motivasi untuk menjadikan dirinya dan keluarganya semakin maju.
Pak Zen juga merupakan orang yang mempunyai cita-cita hidup yang mulia. Dari semua cerita di atas dapat kita lihat bahwa, setiap langkah dari hidup Pak Zen benar-benar menuju kea rah yang sangat baik. Dimulai dari langkah yang baik ( seperti: sekolah, ngaji, berdagang dengan jujur), hingga menghasilkan yang baik pula ( jadi pendakwah, dosen dan penulis buku islami ). Semua berjalan indah seiring dengan indahnya hidup yang telah ia lalui.
Ekonomi
Jika dipandang dari nilai-nilai ekonomi, sudah terlihat jelas bahwa Pak Zen merupakan sosok yang mandiri. Dilahirkan dari keluarga yang biasa saja membuat dia sadar bahwa ia harus berjuang untuk jadi orang luar biasa. Dari kecil memang jiwa entrepreneur Pak Zen sudah terlihat jelas. Dimulai dari berdagang telur ayam, menggembala kambing, hingga berdagang sembako pernah ia lakukan.
Keadaan ekonomi keluarga yang terbatas membuat Pak Zen rajin menabung, tentu menabung untuk bekal masa depannya. Dan terbukti uang tabungannya lah yang awalnya membantu mebukakan pintu masa depan yang baik yakni melewati gerbang kuliah yang awalnya hanya sebatas angan-angan baginya.
Sosial
Dalam bidang sosial, Pak Zen juga merupakan anak; teman; sahabat; suami; dosen, yang mempunyai nilai-nilai sosial yang tinggi. Pak Zen tidak pernah tinggi hati atas apapun yang telah diraihnya sekarang. Dia tetaplah seorang "Zen" yang rendah hati, ramah, murah senyum dan pekerja keras. Ia tidak pernah mengeluh terhadap apapun yang ia lalui dalam hidupnya, bahkan ia selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan anugerahkan untuk hidupnya.
Di lingkungan tempat tinggalnya dia juga dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah. Bahkan menurut cerita mbak Kiki (adik Pak Zen), dulu para tetangganya hanya melihat Pak Zen sebagai anak tukang nasi uduk, namun sekarang Pak Zen justru menjadi salah satu ustadz yang diundang dan mempunyai jadwal mengisi pengajian di masjid dekat rumahnya, itu tandanya sekarang Pak Zen adalah orang yang dihormati dan disegani di kampungnya.

Kamis, 12 Februari 2015

SUCCESS IS “HOW TO MAKE IMMPOSSIBLE BECAME POSSIBLE”



WRTING FROM THE TRUE STORY  ABOUT Mr. Muhammad Zen, S.Ag, MA. Reporter: Putri

 
how about success?





Sukses merupakan sebuah pencapaian dalam memperoleh kebahagiaan menurut masing-masing individu. Seorang mahasiswa mampu menyelesaikan studi strata satu, strata dua, hingga strata tiga itu bisa dikategorikan sukses. Seorang penarik becak berhasil menabung hingga ia mampu membiayai dirinya berangkat haji ke tanah suci, itu pun bisa dikategorikan sukses. Karena definisi sukses bagi setiap orang berbeda-beda.

Seorang preman jalanan, yang akhirnya bertaubat, kemudian berjanji untuk tidak melakukan tindakan premanisme kembali, bahkan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, itu juga dapat dikategorikan sukses. Intinya sukses itu adalah suatu capaian yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin bagi seorang individu ataupun kelompok yang kemudian mendatangkan kebahagiaan bagi pencapainya.

Atas dasar beberapa hal diatas lah saya sebagai penulis tertarik untuk mengangkat tema “How To Make Impossible Became Possible” yang juga terisnpirasi dari narasumber hebat bernama “Muhammad Zen, MA”. Dia adalah salah satu dosen yang mengajar mata kuliah Sistem Ekonomi Islam untuk jurusan Pengembangan Masyarakat Islam semester 3.

Sukses bukan hanya tentang bagaimana kita menjadi seseorang yang keberadaannya senantiasa diakui banyak orang, namun sukses yang sebenarnya adalah bagaimana diri kita ini memberikan manfaat untuk banyak orang. Cerita sukses dari Pak Zen merupakan salah satu contoh cerita sukses dari seseorang yang notabene nya berurbanisasi ke kota, namun urbanisasi bukanlah faktor utama yang menyebabkan seseorang menjadi sukses. Pak Zen merupakan contoh konkrit nya, ia datang ke kota dengan niat awal menempuh pendidikan yang lebih baik, namun ia tetap berjuang keras untuk mempertahankan hidupnya selama di kota. Beliau dari kecil memang merupakan sosok yang berani dan tidak malu untuk melakukan pekerjaan apapun selagi pekerjaan itu halal untuk dilakukan. Dengan kata lain, dari kecil memang beliau telah “berjuang” meniti kesuksesannya. Karena “sukses” memang membutuhkan proses dan proses butuh waktu, dan sukses pasti melewati yang namanya “gagal”.
Kehidupan di kota besar apalagi kota Jakarta memang menggiurkan bagi kebanyakan masyarakat di luar sana. Mengapa demikian? Lihatlah di televisi swasta maupun nasional, hampir setiap hari bahkan setiap waktu yang di sorot adalah tentang kehidupan di Jakarta. Dari berita acara, iklan, hingga sinetron pun menceritakan manisnya hidup di Jakarta sehingga menarik banyak pendatang untuk berurbanisasi di Jakarta.
Meskipun demikian, kesuksesan Pak Zen dalam konteks perjuangannya hidup di kota besar ini patut dicontoh. Kegigihan dan kerja keras beliau meluluhkan semua kemungkinan kemelaratan hidup di kota ini. “Dream and Action” begitulah kata kunci yang menurut beliau wajib dilakukan oleh setiap orang yang ingin sukses dimanapun ia berada dan dalam keadaan apapun yang tengah dijalani sekarang. Karena “Mimpi tanpa Tindakan Nyata, hanya akan tetap menjadi Mimpi selamanya.

 


Dari wawancara yang saya lakukan terhadap narasumber dapat kita ketahui bahwa Pak Zen ini adalah orang sukses yang meniti jalan perjuangan hidupnya dari nol. Beliau merupakan anak keempat dari Tujuh bersaudara. Keluarga Pak Zen memang bukan tergolong orang berada, bahkan bisa dibilang keluarga pas-pas-an. Ibu nya dahulu hanya seorang penjual nasi uduk, namun beliau tidak pernah mengeluh, Keinginan Pak Zen untuk menjadi orang yang sukses sangatlah tinggi, Pak Zen kecil adalah orang yang sangat gigih, saat SD beliau sudah belajar tentang arti kerja keras. Bahkan ia pernah memulung untuk menambah uang jajan nya, pernah berjualan kecil-kecilan hingga ia juga pernah menjadi penggembala kambing.
Pak Zen juga pernah menjadi penjual telur ayam. Dengan modal awal lima belas ribu rupiah, beliau menggali potensi yang ada dalam dirinya, hingga dagangannya berkembang menjadi dagangan sembako hingga di akhir masa pendidikan Madrasah Aliyah nya, beliau mampu mengumpulkan tabungan sejumlah dua juta rupiah. Setelah lulus dari MA Al Istiqomah, beliau sangat bertekad untuk melanjutkan studi nya ke jenjang strata satu, padahal saat itu orang tua beliau tidak mampu untuk membiayai kuliah yang akan di jalankan oleh Pak Zen, bahkan sampai berlinang air mata orangtua saya, ketika saya bilang mau kuliah “, begitulah tuturan Pak Zen ketika kami wawancarai.  Namun sekali lagi karena kegigihan dan kerja keras beliau, bermodalkan tabungan hasil dagangan yang beliau punya, beliau akhirnya kuliah. Beliau memutuskan untuk kuliah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, itu berarti beliau harus siap untuk hijrah ke kota besar yang bernama Jakarta dengan sejuta permasalahan didalamnya. Karena menurut kebanyakan masyarakat di Indonesia, kota Jakarta memang merupakan tempat urbanisasi yang tepat, karena Jakarta menyediakan lapangan kerja yang luas; tempat pusat perekonomian tumbuh dan berkembang pesat; serta merupakan pusat pemerintahan Republik Indonesia hingga saat ini.


Seiring berjalannya waktu, ternyata Tuhan segera menunjukkan kebesaran-Nya terhadap hidup Pak Zen. Di awal perkuliahan Pak Zen mendapatkan banyak beasiswa dari berbagai lembaga, sehingga semua kebutuhan perkuliahan maupun kebutuhan hidup selama di Jakarta dapat ia penuhi dari uang tersebut. Namun, Pak Zen tetaplah seorang pejuang, ia tetap mencari tambahan uang karena ia tidak ingin menyusahkan kedua orang tua nya jika tiba-tiba ada kebutuhan mendesak dalam perkuliahannya. Pada semester awal selain kuliah di jurusan manajemen dakwah Fakultas Dakwah IAIN Syarif Hidayatullah, Pak Zen juga mulai menimba ilmu berdakwahnya di Pondok Darus Sunnah. Hingga akhirnya ia lulus dan mendapatkan banyak pengalaman belajar berdakwah.
“ Banyak sekali pengalaman menarik yang saya temukan selama berdakwah. Mulai dari di suruh semua penonton untuk turun, grogi di atas panggung, hingga ceramah di pernikahan sahabat saya, padahal saat itu saya belum menikah.” Ungkap Pak Zen dengan gaya khas nya yang jenaka. Banyak juga pengalaman berkesan yang tidak dapat dilupakan oleh Pak Zen, salah satunya pengalaman paling berkesan adalah ketika Pak Zen diundang ceramah di suatu majelis dan yang bersangkutan datang langsung menemui Pak Zen, “ tak tanggung-tanggung, yang datang itu sampe ketua RT, ketua adat dan lain-lain sekitar tujuh orang dengan menempuh perjalanan yang cukup jauh. Padahal dalam hati saya berbisik: siapa saya ini? Saking terkejutnya.” tutur Pak Zen kepada penulis.
Setelah lulus strata satu Pak Zen melanjutkan studi S2 nya di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Konsentrasi Ekonomi Islam pada tahun 2002 hingga 2007. Kemudian melanjutkan studi pendidikan S3 nya di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Konsentrasi Ekonomi Islam hingga sekarang.


Selain itu beliau sekarang aktif berdakwah dan ceramah di berbagai tempat dan lembaga pemerintahan maupun nonpemerintahan seperti masjid, Kementrian, KPK, Stasiun Televisi dan lembaga lainnya. Beliau juga aktif memberi tausyiah di MNC TV dalam progam MNC Muslim “Belajar Islam”. Dan beliau juga hingga sekarang aktif mengajar di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif HIdayatullah Jakarta dan juga di STEI SEBI Jakarta.
Dalam berbagai kesibukannya,  Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) kec. Medan Satria kota Bekasi dan Wakil Ketua Bidang Filantrophy Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kota Bekasi. Beliau juga cukup banyak memiliki pengalaman di antaranya pernah menjadi peneliti dan fasilitator Islamic Economic World Bank (Bank Dunia), Konsultan Syariah pada Indonesia. Magnificence of Zakat (IMZ) Dompet Dhuafa. Pengasuh Rubrik Konsultasi Zakat di Majalah Sharing (Inspirasi Ekonomi dan Bisnis Syariah), Pengasuh Rubrik Konsultasi Zakat juga di situs http://www.eramuslim.com. dan di situs http://www.qothrotulfalah.com/ Beliau juga sebagai penulis buku dan baru tersusun karyanya terbaru dua buah buku yaitu 1. 24 Hours of Contemporary Zakat dan 2. Zakat dan Wirausaha.

 

Selain itu, aktivitas beliau juga sebagai penceramah/tabligh dan narasumber kerap mewarnai rutinitasnya dan telah digelutinya bertahun-tahun di berbagai tempat, baik di masjid/musholla, instansi pemerintah,  perusahaan, pengajian kaum ibu, bapak dan umum di beberapa daerah  seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, Karawang, Subang, Indramayu, Pelabuhan Ratu, Lebak-banten, Bogor, Sukabumi, medan-  Sumatra utara dan juga pernah Mengisi acara DNK TV, pengisi talkshow di radio Qifalah FM, dan radio Suara Edukasi 14.40 fm.

Untuk lebih jelasnya aktivitas training dan dakwah pak Zen di Nusantara bisa dilihat dalam link youtube sebagai berikut: 



1. MZ DI KPU PUSAT http://youtu.be/RS6yxWQjVGY lihat juga KAJIAN INDAHNYA IMAN UST MZ DI MASJID NUR SITI PT CMNP http://youtu.be/qYFtAboZ9QU

2. MZ "KREATIVITAS DALAM ISLAM" DI KEMENTRIAN BUMN 23 NOVEMBER 2014 http://youtu.be/l5Jn8udNPgM KAJIAN ZUHUR 'HIJRAH PERILAKU' UST MZ DI MASJID AT-TAUBAH BNN RI http://youtu.be/cmkAj0jqM8s
3. MZ  DI KPK http://youtu.be/aRQXopLmTbM. Lihat juga kajian Sukses Ust. MZ di KPK 03 Nopember 2014 http://youtu.be/GBML19JkuTA. Simak juga Kajian:"Dahsyatnya Jujur" di KPK Ust. MZ tanggal 15 Januari 2014: : http://youtu.be/Nrl6S-jQOlw
4. MZ DI KEMENDIKBUD 2014 http://youtu.be/T0wlcEuo4JU
5. MZ di Masjid Kementrian Kelautan dan Perikanan 11 Juli 2014 http://youtu.be/6a9bg4raGIc
6. MZ  di Masjid Nururrahman Badan Pertanahan Nasional Republik INdonesia (BPN RI) 12 September 2014 http://youtu.be/WoXO-UD7j5Q
7. MZ  DI MASJID RAYA BANI UMAR  http://youtu.be/RXbtkXZE0Dg
Perubahan IV" Ust. MZ di PT Aerowisata Garuda Indonesia Group http://youtu.be/7EyP8pqplEo 
8. Kajian Subuh: "ISIS (Ibadah Sholeh Individual dan Sosial)" Ust. MZ di Masjid Raudatul Jannah Caman Perumahan Bogenvill Bekasi http://youtu.be/kMCSsgqkEDU
http://youtu.be/WoXO-UD7j5Q  30 NOVEMBER 2014 http://youtu.be/0WWHkNPlMLc
9. KAJIAN DOA & KERJA UST MZ DI PT PIESTA CONSULTING WARUNG BUNCIT JAKSEL  http://youtu.be/tOvacyO8gkw
10. Kajian MZ  Gagal dan Sukses BERSAMA UST. MZ  Di Masjid Baitul Hikmah LIPI Jakarta,  http://youtu.be/jp_Ejb_wzP0
11. Kajian dan khutbah Ust. MZ di Masjid Al-Manar TVRI 26 NOVEMBER 2014 http://youtu.be/UVxod5gElQ0  http://youtu.be/basJ6HbrSrM
12. CERAMAH UST MZ DI MASJID BIMANTARA GEDUNG MNC TOWER http://youtu.be/_LxyOhgckrI
13. "Training ZIS: Antara Tekstual dan Kontekstual Studi Kitab Fiqh al-Zakat Seikh Yusuf Al-Qaradhawi" MZ  CORDOFA Dompet_Dhuafa http://youtu.be/bFG2dRJo8To
14. MZ DI MASJID RAYA AT-TAZKIR PESONA KAYANGAN DEPOK http://youtu.be/LpYSnVxWVVM
15. "SABAR & ISTIQOMAH" MZ  DI MASJID DARUL MUSTAQIEM PT ADI KARYA http://youtu.be/rTqAtutNQeQ lihat juga Training Islamic Public Speaking bag. I di PT Jasa Raharja  Muhammad Zen http://youtu.be/iRMtxlugNiY
16. KAJIAN EKONOMI ISLAM UST MZ  DI MASJID AL-BAYYINAH SETIA BUDI JAKARTA SELATAN http://youtu.be/KXrWxVt3WLU
17. MZ  DI MASJID JIWA SRAYA JAKARTA http://youtu.be/eoWFtdEVVCI
18. MZ DI MUSHOLLA AL-HIDAYAH TITIAN ASRI BEKASI http://youtu.be/RNvFn8oIm_I
19. Sukses Sedekah Ust MZ di PT Aqua Pulo Kambing http://youtu.be/x6sdLLqufe0
20. Anak Soleh MZ di Graha Raya Cellesta  http://youtu.be/8J4xMFYoixY
21. MZ Zakat dan Pajak di PT Kondur Gedung Menara Mulya Telkomsel http://youtu.be/27GDils6AGU http://youtu.be/KKC3KOTZF1Y
22. "Berbaik Sangka" MZ di Majalah Swa Tanah Abang http://youtu.be/yYDPhrb8mr0
23. MZ DI MASJID RAYA CAKRA LIMO http://youtu.be/wwp97RGZS1c
24. MZ  di Ponpes Qothrotul Falah Kabupaten Lebak Banten http://youtu.be/IM-4bU4FzqI
25. MZ DI MALL PLUIT EMPORIUM http://youtu.be/qFYTtZ_XqGU
26. "ZAKAT TIDAK HANYA RAMADHAN" MZ DI MASJID NURUL HAQ POLRES BEKASI http://youtu.be/KKC3KOTZF1Y
27. Umat Islam Mau dibawa Kemana?. MZ di Masjid Allianz Tower http://youtu.be/JSo-0sju1v0
28. Seminar Nasional Ekonomi Islam "Sukses Meraih Peluang Kerja" di Prodi Ekonomi Islam STAIN Pekalongan Bersama Muhammad Zen (MZ) http://youtu.be/e7g0f3cz3sw
29. CERAMAH UST MZ (MUHAMMAD ZEN) DI MASJID NURUL YAQIN PONDOK LABU 29 NOVEMBER 2014 http://youtu.be/f9uS_o72tIw
30. MZ "KREATIVITAS DALAM ISLAM" DI KEMENTRIAN BUMN  http://youtu.be/l5Jn8udNPgM
31. Kajian Rencana Keuangan Dalam Islam MZ di Masjid Hakim PT Sucofindo http://youtu.be/FLkayqwHuKE
32. Kajian Zakat MZ di Hotel Grand Asia http://youtu.be/rsRTbI77dZY
33. Kajian MZ di Masjid Panglima Sudirman MABES TNI Cilangkap 24 Desember 2014, http://youtu.be/TOROcqtOxOU
34.  Kajian MZ (Muhammad Zen) di Masjid Raya Bani Umar http://youtu.be/CvwKYAn13SA
35. Training Islamic Public Speaking bag. I MZ di PT Jasa Raharja Pusat http://youtu.be/iRMtxlugNiY
36. Pelatihan Fiqh Zakat MZ  di PT Astra International  http://youtu.be/jBnntt1oHl8
37. Silaturrahim MZ di Pengajian Aisyiah Jl Gurita Raya Bintaro http://youtu.be/N0pCWpiYHmg.
38. kaya Karena zakat MZ di Majelis Taklim al-Munawaroh Jl. Tanah Mas Jakarta Timur 11 Agustus 2012
39. MZ di Cibinong 25/01/2014. http://youtu.be/HdrGfOqSDac              
40. MZ di Raudatul Jannah Bekasi 01/03/ 2014 http://youtu.be/43UHw-vbzrI 
41. MZ DI MASJID SABILUL  PAMULANG, 02/03/2013 http://youtu.be/dHtm1VZ7FA8
42.  MZ di Jami'atusyibyan Karawaci 26/01/2014. http://youtu.be/oZZ1KP1UYps
43.  MZ di Masjid Agung Pasar Kemis 25/01/2014. http://youtu.be/c6oFsPgbHcU
44.  MZ  DI DESA SUKAWALI TANGERANG 13/09/2013 http://youtu.be/S1CLpbgJV04
45.  MZ  DI SKI TAJUR BOGOR http://youtu.be/isxujjMBXCs
46.  MZ di Ponpes Kab. Lebak Banten, http://youtu.be/IM-4bU4FzqI
47.  MZ di al-Hijrah Bojong Sari http://youtu.be/IvE-NnnyVDc
48.  MZ  di Cigondang Pandeglang Banten,  http://youtu.be/g7axzO37XC0,
49.  MZ di Cisarua Bogor http://youtu.be/HicxqfInaBM
50.  MZ di Masjid Jami' Harapan Kita Tangerang 17/01/2014 http://youtu.be/tGKZ-aIB0Uo
51.  MZ Di Ponpes Kunir Subang http://youtu.be/2ZBrUb2s1BY
52.  MZ di Darul Yaqin Bekasi  http://youtu.be/2zyX0e_cH30
53.  Kajian  MZ di Karawang http://youtu.be/LyssXVm0h54
54.  MZ  di Asy-Syifa Tangerang Selatan. http://youtu.be/xjOuaUh6bOo
55.  MZ di Darussalam Ciputat http://youtu.be/Df4OzPw8Y8I
56.  MZ di Babelan Kab. Bekasi http://youtu.be/7iv_vBO2s8g
57.  MZ DI HARAPAN INDAH BEKASI http://youtu.be/uigszk2eFPM
58.  MZ di Bandung http://youtu.be/vYyqgcen7_I
59.  MZ di Mega Mendung Bogor http://youtu.be/LhfCbOI1eEw
60.  MZ di BOJONG KULUR  http://youtu.be/IpgjQHvAjEg
61.  MZ DI KOSGORO  http://youtu.be/1hK8fD0EJDA
62.  MP3 MZ  di Sliyeg--Indramayu,http://youtu.be/-5F2U2fxqfo
63.  MZ di Subang http://youtu.be/8xpFTrKlhyI
64.  MZ di Masjid Mas'a Bogor  http://youtu.be/2E3GNQJC10
65.  MZ Di Musholla Amal Ciputat  http://youtu.be/-eSbJ7BTfSg
66.  MZ  DI CIRENDEU. http://youtu.be/tvNwZuR8SfY DAN http://youtu.be/uoFJ_1ynGkk
67.  MZ di Depok  http://youtu.be/YrpGwNFJpQU
68.  Ojeg  MZ di Kab.Bekasi http://youtu.be/CUVQc-PAiIk
69.  MZ Di Masjid At-Taqwa Pebayuran http://youtu.be/N5hU7hEzQ9I
70.  MZ di Pondok Cabe Ilir.  http://youtu.be/61Q_nPUHB6I
71.  MZ di Jakarta Timur. http://youtu.be/xWEjEBPtad4
72.  MZ  di Depok http://youtu.be/z65PybaEnRY
73.  MZ di Bekasi Utara http://youtu.be/VRnrlDGNKjo
74.  MZ di SUKABUMI http://youtu.be/AenQ9JR-Oq4
75.  MZ di YOGYAKARTA. http://youtu.be/84CPfM6IEzs
76.  MZ  di Pekalongan http://youtu.be/e7g0f3cz3sw
77.  MZ  di Surabaya http://youtu.be/gCYlpM0B4dk
78.  DST. Lembaga-lembaga/Instansi lainnya
 



Created by
Milva Susanti D Putri
Student of Islamic Community Development Majority, Islamic State University, Jakarta